Mahasiswa KKN Berdampak UNIKOM 2026 Ikuti Bimtek Ke Dua: Perkuat Implementasi Sistem Digital Di Masyarakat

BANDUNG, UNIKOM — Memasuki tahap pelaksanaan program di berbagai wilayah pengabdian di Kecamatan Coblong, Kota Bandung, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) 2026 mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Ke dua yang digelar pada Rabu, 9 September 2026. Bertempat di Auditorium Lantai 4 Kampus I UNIKOM, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan berbagai sistem digital yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat dan petugas di lapangan.

Kegiatan Bimtek diikuti oleh mahasiswa peserta KKN Berdampak UNIKOM 2026 yang saat ini telah ditempatkan di wilayah pengabdian masing-masing dan mulai menjalankan program kerja bersama masyarakat. Kegiatan dipimpin oleh Wakil Ketua Pelaksana KKN Berdampak UNIKOM 2026, Dr. Agus Mulyana, S.Kom., M.T., dengan menghadirkan pembekalan mengenai implementasi sistem informasi yang mendukung pelaksanaan program pengabdian.

Menurut Dr. Agus, Bimtek kedua merupakan kelanjutan dari pembekalan sebelumnya. Jika Bimtek pertama berfokus pada pengoperasian sistem untuk mendukung aktivitas mahasiswa selama KKN, maka Bimtek kedua diarahkan pada kemampuan mahasiswa dalam memperkenalkan dan mengimplementasikan sistem yang akan digunakan oleh masyarakat. “Pada hari ini kita mengadakan Bimtek ke dua bagi adik-adik mahasiswa terkait bagaimana implementasi aplikasi yang sudah kita siapkan bagi masyarakat sekaligus bagi petugas di lapangan”, tutur Dr. Agus.

Sebelumnya, mahasiswa telah memperoleh pembekalan mengenai penggunaan sistem yang mendukung seluruh tahapan pelaksanaan KKN, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, penilaian, hingga evaluasi. Sistem tersebut juga memungkinkan berbagai aktivitas mahasiswa terdokumentasi secara digital dan terintegrasi.

Melalui pemanfaatan teknologi, keberadaan mahasiswa di lokasi pengabdian dapat dipantau secara lebih terukur, termasuk pendataan peserta, penempatan berbasis geofencing, hingga pencatatan aktivitas harian, perizinan, dan berbagai kondisi lapangan lainnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Divisi Bimbingan Konseling, Karir Lulusan, dan Alumni (BKKLA) Dr. Nungki Heriyati, S.S., M.A., selaku anggota Task Force KKN Berdampak UNIKOM sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Menurutnya, seluruh kelompok mahasiswa telah menyusun program kerja bersama DPL dan mulai menjalankan berbagai kegiatan di wilayah masing-masing. “Mahasiswa sudah ditempatkan di posisinya masing-masing dan sudah mulai masuk ke program kerja yang sudah dibuat. Masing-masing kelompok sudah menyampaikan program kerjanya kepada DPL, sudah disetujui, dan mulai dimasukkan juga ke dalam sistem”, ungkap Dr. Nungki.

Dr. Nungki menambahkan bahwa sistem digital yang digunakan dalam KKN Berdampak UNIKOM 2026 memungkinkan proses pemantauan program dilakukan secara lebih terstruktur. Data aktivitas mahasiswa yang tercatat di dalam sistem dapat membantu tim pelaksana dan DPL dalam melihat perkembangan pelaksanaan program secara berkala.

Hingga memasuki pekan ke tujuh dan ke delapan pelaksanaan, sebanyak 32 kelompok mahasiswa telah diterjunkan ke berbagai wilayah dan mulai beradaptasi dengan lingkungan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta menjalankan program kerja universitas, program kerja usulan, maupun program insidental sesuai kondisi di lapangan.

Melalui pelaksanaan Bimtek secara bertahap, UNIKOM terus mendorong lahirnya model KKN yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan sistem digital diharapkan tidak hanya mendukung efektivitas pelaksanaan program, tetapi juga memperkuat pengukuran dampak pengabdian kepada masyarakat secara lebih terukur dan berkelanjutan. (Direktorat Hms & Pro)

Berita Lainnya

Belum ada berita terbaru.